Archive for Maret, 2008

Weekend ke Kota Hujan

Hari jum’at kemarin jalan-jalan ke bogor, ke tempat favorit saya di Bogor yaitu Kebun Raya sama Ibu, adik dan masku tentunya….

Sampai di Bogor kurang lebih jam 8 pagi.. Tadinya saya mau masak trus kita sarapan di Kebun Raya…

Tapi ibu dan Masku gak mau katanya sarapannya di emperan bogor aja, pasti banyak yang jualan…

Akhirnya kami piknik tanpa timbel… Dan akhirnya kami harus muter-muter dulu nyari yang jualan sarapan karena di pinggiran Kebun Raya gak ada yang jualan sarapan.. masa mau sarapan talas mentah…

Akhirnya nemu tukang ketoprak, mau gak mau makan di ketoprak dehh, ketoprak bogr lain sama ketoprak bekasi di bogor ketopraknya pake timun trus kerupuknya gede-gede…

Sekitar jam 9 kami masuk ke Kebun Raya tiketnya sekarang Rp.9500 tapi itu sudah termasuk museum Zoologi..

Ceritanya Spiderman

He… he… he…. Gaya Iseng Masku…

Tapi abis pose kayak begitu jarinya lecet karena ternyata pohon itu ada durinya….

Abis itu poto di jembatan gantung…

Di jembatan merah

Tadinya sebelum pulang pengen ke Museum Zoologi dulu, tapi berhubungan turun hujan gak jadi deh…

Dari Kebun Raya kami meluncur ke Jl.Salak itu loh… tempatnya Makaroni panggan yang terkenal itu…

Karena lagi liburr, jadi pengunjungnya ruameeeee banget… Dan karena meja di dalam rumah penuh kami duduk di meja yang di taman..

Tapiii.. karena meja kami di luar jadi dicuekin dehhh….

Masku sama adik udah pada ngomel-ngomel kelaperan, dan akhirnya setelah penantian yang sangat lama datang juga makanannya…

Saking lamanya nunggu makanan saya sampe lupa poto-poto makanannya..

Macaroni Panggangnya bogor.. hhh… lumayan lah.. tapi kata masku sih dia lebih suka yang di Hema kemang karena di macaroni panggang bogor dia pake macaroninya yang panjang-panjang jadi makannya berantakan, kalau di hema pake macaroni elbow, dan dagingnya juga banyakan di hema.. mungkin karena saya pesan yang biasa bukan yang spesial jadi cuma pake daging giling ajah gak ada tambahan lainnya…

Abis makan langsung pulang deh.. tadinya pegen beli roti unyil, tapi karena udah cape jadi malas mampir-mampir lagi…

Dari Bogor jam setengah 4 sampe rumah jam 5 kurang…

Alhamdulillah gak macet, soalnya penghuni jakarta lagi pada pindah ke bandung atau ke puncak.. jadi gak macet hehehehehe… 😀

Review Ayat-Ayat Cinta The Movie

Tiketnya Niihh…

Akhirnya sabtu kemarin nonton juga Film Ayat-Ayat Cinta…

Setelah sebelumnya saya bilang kalau saya tidak berniat nonton karena film adaptasi dari novel itu biasanya tidak memuaskan alias mengecewakan penggemar novelnya…

Tapi setelah melihat keramaian blogosphere yang tiap hari pasti adaaaaa aja yang nulis tanggapan mengenai film ini, saya jadi pengen ikut-ikutan nulis juga :mrgreen:

Di tempat saya nonton 3 studio diisi oleh film yang sama yaitu : Ayat-Ayat Cinta… Satu studio lagi diisi oleh film horor yang judulnya kebangkitan pocong kalo gak salah…

Waktu saya nonton, studionya cukup penuh dan penontonnya datang dari semua kalangan, tua, muda, bahkan balita… karena kebetulan di sebelah saya pasangan suami istri yang sedang membawa anaknya yang karena sebab itu saya tidak bisa makan pizza sambil nonton soalnya takut diminta cuma beli satu potong hehehehe….

Saya juga bawa anak sih sebenernya tapi masih di perut :mrgreen:

Untuk visualiasi tokoh menurut saya lumayan bagus terutama maria dan aisha, yang kelihatan sedikit maksa itu noura menurut saya, yah tahu sendiri kan Zaskia itu muka Indonesia sekali gak ada unsur timur tengahnya…

Salut buat carissa yang melafalkan surat maryam, untuk ferdi nuril alias fahri saya sudah menebak kalau ada scene talaqqi ferdi kemungkinan besar bakal lipsync hehehe…

Alurnya sangat cepat.. dalam waktu sekitar 30 menit saja fahri sudah ditawari taaruf karena moment fahri sakit tidak ada..

Yang agak aneh itu karakternya Syeikh Utsman.. dalam imajinasi saya Syeikh Utsman itu wajahnya sangat timur tengah dengan jenggot yang lebat, tapi di filmnya lhooooo kok njawi sekali  ❓

Waktu scene taaruf saat aisha diminta membuka cadarnya, tiba-tiba masku komentar jail..

” jadi inget naruto yang mau liat mukanya kakashi “, haaahh.. jadi cekikikan dehh….

Reaksi nurul waktu dikenalkan ke aisha.. aneh!!!! Atau kelihatan tidak dewasa, di novelnya kekecewaan nurul saat fahri nikah itu lebih dalam hampir sama kaya maria tapi setelah itu dia bisa menguasai hati, malah aisha bilang nurul gadis yang baik setelah mereka berdua kenalan…

Aisha juga banyak terlihat tidak dewasa, salah satunya saat fahri berencana untuk kerja sambilan karena dia merasa gak nyaman memakai uang aisha, lalu aisha bilang..

” yaah.. aku sih gak masalah tinggal di flat murah, gak pake mobil juga gak papa ” nadanya kok terdenganr sinis menurut saya, tidak terdengar ikhlas untuk menuruti suaminya…

Scene saat fahri dan maria menikah cukup mengharukan bikin saya berkaca-kaca hiks 😦

Begitu juga saat maria meninggal, saya banyak mendengar wanita sesenggukan di sekeliling saya…

Tapiiiii yang enggak banget itu saat dikisahkan fahri, aisha, dan maria tinggal satu rumah…. 🙄

Iiiihhh… enggak banget dehh, dan karena hal itu ada yang bilang aisha cemburuan.. ya iyalah masa ya iya dong … wanita mana yang tidak berdesir hatinya saat melihat suaminya bermesraan dengan wanita yang lain meskipun itu istrinya yang lain di depan kedua matanya… 👿

Yaahh.. secara keseluruhan film ini bagus kok karena teman saya yang tidak suka membaca setelah menonton film ini bilang kalau film ini bagus banyak pesan moralnya, kalau untuk saya agak sulit untuk tidak membandingkan alur cerita di film dengan di novel apalagi kalau menemukan hal-hal yang bikin saya sedikit tidak sreg..

Pertama kali saya tahu bocoran mengenai alur cerita film AAC ini, saya langsung berniat untuk tidak menonton filmnya karena banyak ketidak sesuaian dengan novel, tapi setelah membaca berbagai opini di blogosphere mengenai film ini, ada yang suka ada yang tidak suka, kecewa, dan setelah saya membaca blognya hanung tentang behind the scene-nya film ini, saya kok jadi kepingin untuk membuat review tentang film ini… hehehe….

Seperti yang saya bilang di postingan saya yang dulu bahwa yang membuat saya ill-feel sama film ayat-ayat cinta karena produsernya itu lohh…

Dan terbukti setelah saya baca blognya Om hanung, disebutkan bahwa produsernya sempet pesimis kalau film ini bisa mengundang orang untuk menonton dan minta supaya lebih ditonjolkan romantika percintaannya aja seperti AADC atau Kuch-kuch Hota Hai..

Duhhh.. memang sih nominal yang mereka beri untuk modal film ini nolnya bejejer panjang, tapi apa cuma itu yang dipertimbangkan untuk membuat sebuah film???

Padahal sebagian masyarakat indonesia terutama saya kecuali abg mungkin sudah muak dengan film-film horor yang bisanya cuma nakut-nakutin aja, dan dengan munculnya film ini bisa jadi semacam penyegaran di jagat perfilman makanya banyak yang antusias terutama sih dari pembaca novelnya..

Tapi saya juga agak bingung dengan pemikiran om hanung mengenai pembuatan film ini dari awal om hanung ingin merubah image fahri dari yang mendekati sempurna menjadi manusia biasa yang tidak sempurna, padahal menurut saya saat baca novelnya fahri memang tidak sempurna kok, tapi dalam hal apa saya lupa hehehe :mrgreen:

Saat membaca novelnya om hanung bilang dia mengantuk sampai pertengahan novel dan mulai bersemangat saat memasuki konflik dimana fahri dipenjara dst.

Kalau menurut saya justru yang membuat saya tertarik membaca novel ini adalah kisah-kisah perjuangan fahri di awal-awal chapter novel dan dengan kisah-kisah dari jaman Nabi saya banyak belajar lagi tentang agama tanpa merasa seperti sedang membaca shirah nabawiyah yag tebal itu…

Dan kalau saya chapter dimana fahri ditangkap karena difitnah, disiksa dst malah gak saya baca :mrgreen: saya langsung lompat ke halaman terakhir dan membaca mundur dari chapter yang terakhir shishishishishishi……

Intinya saya cukup puas kok menonton film ini apalagi setelah membaca perjuangan hanung saat pembuatan film ini dan untuk membuktikan sama Mr.Punjabi kalau film ini bisa meraup banyak penonton saya bela-belain nonton di bioskop dan bukan nonton bajakannya… 😀

Mengenai perbedaan dengan novelnya sudah saya duga sebelumnya karena tidak mungkin memvisualkan semua kejadian yang ada di novel yang tebalnya sampai 200 halaman itu tapi saya juga tidak menduga bahwa perbedaannya akan sangat jauh terutama masalah poligaminya itu saya pikir hanya pemotongan-pemotongan cerita tanpa mengubah alurnya..

Oiya, tempat yang digambarkan sebagai sisi sungai nil itu kok kentara sekali ya kalau itu di india, apa karena saya sudah tahu kalau syutingnya di india atau karena saya keseringan menonton Kabhi Kushi Kabhi Gam :mrgreen:

Book Fair.. Book Fair…

Shishishi…

Setelah penantian yang begitu lama, akhirnya kesampaian juga pergi ke book fair hari sabtu kemarin ditemani ibu dan sepupu saya.

Tiap tahun pasti adaaaaaaaa aja yang menggagalkan rencana buat pergi ke book fair, alhamdulillah tahun ini jadi ke book fair fufufufu…

Hari sabtu kemarin itu pembukaannya book fair, di jadwal acara sih mulai jam 10, tapi saat saya sampai disana jam setengah 12 pengunjung belum boleh masuk..

Ternyata di dalam area Book fair Ibu Ani Yudhoyono sedang gunting pita….

Di jadwal acara disebutkan kalau debu akan menjadi nasyid pembuka sampai jam 12 tapi saat pengunjung diperboleh kan masuk sekitar jam 12 kurang 15 menit ternyata debu-nya udah gak ada…

Huuu.. curang nih Bu Anie 😛 ….

Keuntungan datang di hari pertama, buku-bukunya masih banyak walaupun diskonnya tidak sebesar hari penutupan..

Muter-muter sebentar terus beli 9 buku mini saharga Rp.30.000…

Di stand-nya Syamiil beli 2 buku seharga Rp.10.000..

Biasa wanita kalau udah belanja suka lupa semuanya.. watu ada di stand ummi tadinya mau beli bundelan majalah ummi tapi ternyata uang di dompet saya hanya cukup untuk ongkos pulang Hiks…. 😦

Ya sudah deh.. mau apa lagi, akhirnya kami pulang sekitar jam 2..

Cape juga muter-muter di Book fair..

Capenya karena saya nyari penerbit Lingkat Pena tapi gak ketemu, setelah lihat denah di luar ternyata lingakar pena memang tidak ada..

Hehehe… postingan ini udah gak anget lagi sih, udah mau basi mungkin.. soalnya kemarin-kemarin belum sempet hiks 😦  …..

Pengennya sih penutupan hari minggu besok kesana lagi tapi sudah ada agenda lain *sok sibuk* …

Gak papa sih yang penting tahun ini sudah berhasil ke Book Fair 😀