Jalan-jalan ke Astana Giribangun

Seperti yang saya perkirakan, begitu masuk ke dunia maya pasti gak jauh beda sama TV dan radio di rumah.

Tidak hanya di website berita atau koran, di BOTD pun banyak judul yang mengungkapkan rasa bela sungkawa.

Kali ini saya tidak akan menulis mengenai Theme Of The Day ( Meninggalnya Bp. Soeharto ), tapi sebagai blogger berkewarganegaraan Indonesia maka disini saya turut mengucapkan :

Turut berduka Cita Atas Wafatnya BP. H.M Soeharto, Presiden ke-2 RI, Semoga Amal Ibadahnya diterima…..

Sekarang saya mau bercerita pengalaman saya waktu berkunjung ke Astana Giribangun, yang sekarang menjadi makam Bp. Soeharto..

Waktu itu sekitar th. 1994, Bu tien belum meninggal dan saya masih imut😛 kelas 4 SD…

Acara jalan-jalan ini diprakarsai oleh salah satu keponakan Bu Tien yang jadi anggota Dharma wanita di Dep Hut, tempat ayah saya bekerja.

Jadi rombongan yang berangkat kebanyakan Ibu-ibu anggota dharma wanita dan anak-anaknya karena kalau tidak salah saat itu sedang liburan sekolah jadi sekalian jalan-jalan:mrgreen: Hehehehehe….

Kami berangkat dari kantor Dep Hut di Jogja, jadi perjalanannya lumayan lama.

Setelah sampai disana saya dikejutkan dengan Buanyakknya ( Suer banyak😦  )Ulat Keket yang warna hijau licin itu.. bertebaran di sepanjang jalan masuk ke Astana Giribangun..

Karena di sepanjang jalan dari tempat kami parkir menuju Astana Giribagun banyak pohon alpukat…

Saya sih dulu nyebutnya Sebuah Pendopo Besar berlapis marmer..

Di dalamnya ada ruangan utama yang disebut Cungkup Argosari, disitulah Bapak Soeharto nantinya akan dimakamkan bersebelahan dengan makam Bu Tien.

Dulu makam didalamnya baru 3 yang terisi yaitu orangtua Bu Tien dan kakak Bu Tien, dan 2 liang lahat yang masih kosong untuk Bu Tien dan Pak Harto.

Lantai bangunan ini terdiri dari marmer berukuran besar dan marmer berukuran kecil, marmer yang berukuran kecil menandakan bahwa disana terdapat liang lahat. Di bagian luar Cungkup Argosari terdapat 12 liang lahat yang nantinya untuk anak dan menantu pak harto.

Waktu mau masuk ke dalam Cungkup Argosari, saya dengan cueknya nyelonong masuk lalu tangan saya ditarik oleh ibu saya, karena ternyata untuk memasuki Cungkup Argosari tersebut jalannya pake dengkul alias berlutut, padahal jarak dari pintu masuk ke Makam yang ada didalam terus ke pintu keluar itu lumayan bikin pegel soalnya ruangannya kan besar..

Trus nabur bunganya gak langsung di atas makam tapi memindahkan bunga dari nampan berisi bunga ke nampan disebelahnya yang kosong.. ribet ya…

Hehehe.. maklum saya mah rakyat jelata, jadi masuk ke tempat yang jalannya harus pake berlutut itu buat saya sangat merepotkan..

Setelah selesai kami langsung keluar karena mau berangkat lagi ke Astana yang lain, yang kalau tidak salah makamnya orang kuat Mangkunegara😛 …

Naahhh.. masuk ke bangunan utama Astana Giribangun kan gak boleh pake sepatu jadi sepatu disimpan di luar, seperti yang saya bilang sebelumnya di Astana Giribangun waktu itu sedang banyak ulat keket bergentayangan di jalannya, ternyata yang masih nyangkut di pohon juga banyak..

Jadilah tragedi penginjakan ulat keket yang masuk ke sepatu orang dan terinjak secara mengenaskan..  hiiiiiiii….

untungnya saya bukan salah satunya……

Yaahhh…. itulah sedikit pengalaman saya berkunjung ke Astana Giribangun yang sekarang telah ditempati oleh almarhum presiden Ke-2 RI ( Istirahat tadi sempet non tivi di warsun ) …

Posting ini murni dari ingatan saya saat masih kelas 4 SD jadi mohon maaf kalau penjelasannya kurang lengkap atau tidak jelas, karena saya harus mengupload data dari memory card waktu SD Shishishishishi…:mrgreen:

4 Komentar »

  1. tapi kalo skarang ga ada ulet keket kali yak
    kan mesti steril:mrgreen:

  2. mrsyusuf Said:

    @ Caplang
    pasti lah pak.. dan kayanya belum musim alpukat😛

  3. waroks Said:

    Eh sekarang yang ada ulat-ulatan dari karet atau kayu yang dijual sebagai suvenir . Kaos ada juga yang bergambar ulat. wah pokoknya banyak deh, sehingga orang-orang sekitarnya katut ngrasakke kecipratan rejeki.

  4. mrsyusuf Said:

    @Waroks
    Hooo.. ternyata ulat-ulat itu memang salah satu asetnya Astana Giribangun Yah???😀


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: